Home » Berita » IHT internal dan eksternal Sekolah Model

IHT internal dan eksternal Sekolah Model

Published on February 1, 2012 — Ditulis oleh Drs. Bandono, MM | Kategori: Berita

Memasuki semester kedua tahun ajaran 2011-2012 SMA Negeri 7 Yogyakarta mengadakan kegiatan IHT internal yang diadaka tanggal 20 dan 21 Januari 2012 untuk guru-guru SMA Negeri 7 Yogyakarta dan IHT eksternal pada tanggal 24 dan 25 Januari 2012 untuk sekolah mitra yaitu SMA Negeri 5 Yogyakarta,SMA Negeri 9 Yogyakarta,SMA Negeri 10 Yogyakarta, SMA Piri II Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

IHT Internal yang diikuti guru SMA Negeri 7 Yogyakarta khususnya pada guru mata pelajaran yang menitik beratkan pada manajemen dan administrasi guru yang diaplikasikan dengan pemberdayaan dan pengembangan pada media dan bahan pelajara sebagai salah satu pendalaman aplikasi e-learning yang dipandu oleh Langgeng Hadi Prasetijo, ST. Guru SMA Negeri 2 Purwokwerto sekaligus fasilitator Pusat Sumber Belajar (PSB) Direktorat Pembinaan SMA .

Adapun IHT eksternal yang diikuti oleh 5 Sekolah l pada tanggal 24 dan 25 Januari 2012 untuk sekolah mitra yaitu SMA Negeri 5 Yogyakarta,SMA Negeri 9 Yogyakarta,SMA Negeri 10 Yogyakarta, SMA Piri II Yogyakarta, dan SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang dibuka oleh Drs. Eddi Herry Suasana, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta) sekaligs memberikan materi Kebijakan Dinas Pendidikan Kota yogyakarta dalam peningkatan Mutu Sekolah. Sebagai sekolah model SMA Negeri 7 Yogyakarta diharapkan secara bertahap bisa memenuhi Standar Pendidikan Nasional. Pendidikan dimaksudkan untuk memacu pengelola, penyelenggara, dan satuan pendidikan agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu. Pendidikan merupakan proses berkesinambungan dalam upaya merubah pola hidup, pola bertingkah laku dan bersikap, sehingga peserta didik diharapkan menjadi insanul kamil, manusia yang paripurna. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman di berbagai bidang khususnya teknologi informatika dan komunikasi uang semakin cepat dan pesat, serta tingkat persaingan global yang semakin tinggi, tidak bisa tidak, pendidikan dituntut untuk menjawab tantangan dan kebutuhan di bidang tersebut. Sekolah mau tidak mau harus juga menemukan keunggulannya dan mengembangkannya di dalam dunia pendidikan agar dapat melengkapi para siswa untuk menjadi insan yang berdaya saing lokal maupun global.

Untuk Kepala sekolah SMA Negeri 7 Yogyakarta menyampaikan Kebijakan Sekolah Dalam pengembangan Sekolah Pelaksana SKM-PBKL-PSB dan Kemitraan, kebutuhan dan kecepatan penguasaan dan penerapan IPTEK dalam rangka menghadapi tuntutan global semakin meningkatkan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. TIK semakin dibutuhkan dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Kondisi tersebut menempatkan TIK sebagai salah satu ikon utama dalam mewujudkan program pengelolaan bahan ajar berbasis TIK melalui Pusat Sumber Belajar (PSB). Selain itu keunggulan lokasl sebuah sekolah juga harus terus diberdayakan dan difokuskan, sehingga menjadi ciri dari sekolah tersebut.

Sebagai implikasinya yaitu mewujudkan SNP yang meliputi 8 (delapan) standar, yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lilisan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sara dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan, maka dibutuhkan Sekolah Kategori Mandiri yang mampu mengelola manajemen sekolah dengan baik dan terarah. Dari ketiga hal tersebut, maka terbentuklah sekolah model yang melaksanakan SKM, PBKL dan PSB.

SMA Negeri 7 Yogyakarta menjadi salah satu sekolah model yang akan meningkatkan dan memenuhi kriteria SKM, PBKL dan PSB. SMA Negeri 7 Yogyakarta ingin melaksanakan program sekolah model yang diselenggarakan secara komprehensif dan berkelanjutan. Program ini merupakan salah satu upaya positif bagi dunia pendidikan, di mana para peserta didik dibekali tentang pengetahuan dan sikap menghargai sumberdaya dan potensi yang ada di lingkungan setempat, serta mampu menggali dan memanfaatkannya untuk dapat digunakan sebagai bekal kehidupan yang akan dijalaninya di masa yang akan datang dengan menggunakan media berbasis TIK untuk mengembangkan bahan ajar dan kemampuan mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa/i.

Pusat Sumber Belajar dikembangkan di SMA Negeri 7 Yogyakarta berdasarkan pada kebutuhan akan TIK yang dikembangkan pada proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Dalam hal ini Kebutuhan akan bahan ajar dan bahan uji, pengelolaan administrasi pembelajaran dan administrasi sekolah yang terpadu merupakan suatu keharusan. Dengan pengembangan PSB di SMAN 7 Yogyakarta, diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pembelajaran dan pengelolaan sekolah serta meningkatkan efektifitas dalam penyelenggaraan sekolah.

Sebagai pemateri dari Derektorat PSMA Drs. Otong Bastaman, M.Pd dengan memberikan pembekalan tentang Strategi Implemetasi Pengembangan PBKL di Sekolah dan Pemanfaatan hasil Analisis Konteks dalam Pengembangan PBKL di Sekolah