Home » Akademis » Mendidik Siswa Agar Berakarakter dan Bertanggung Jawab

Mendidik Siswa Agar Berakarakter dan Bertanggung Jawab

Published on February 27, 2016 — Ditulis oleh Drs. Bandono, MM | Kategori: Akademis, Berita

IMG_6499SMA Negeri 7 Yogyakarta mencoba mengambil peranan mendidik siswanya menjadi pribadi berkarakter dan bertanggung jawab. Salah satu cara yang ditempuh sekolah yang berdiri sejak 1983 ini yakni dengan mewajibkan siswa mengikuti dua kegiatan atau aktivitas nonakademik di luar jam belajar mengajar.
Kepala SMA Negeri 7 Yogyakarta Drs. Basuki, M.A. mengatakan proses belajar paling cepat bagi seseorang ialah dengan melakukan sendiri. Ketika pelajar itu salah maka kami tidak marahi, melainkan mengevaluasi dan mengajaknya melakukan perbaikan. Dalam setiap kegiatan, anak menjadi memiliki jiwa kompetitif dalam pembelajaran, memiliki kedisiplinan dan berakhlak.

Sedangkan untuk membangun kedisiplinan dan takwa, sekolah ini juga tegas soal ketepatan waktu datang sekolah. Pukul 07.00 WIB gerbang sekolah akan ditutup. Agenda kegiatan belajar mengajar (KBM), akan diawali bimbingan iman dan takwa siswa sesuai agama dan kepercayaan mereka masing-masing selama lima belas menit pertama. Selain itu, baru guru mata pelajajaran memulai KBM.

SMA Negeri 7 Yogyakarta yang terletak tepat di tepi Jalan MT. Haryono 47 Jogjakarta ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa yang suka melakukan penelitian iliah dengan membebaskan siswa memakai laboratorium dari pagi hingga pukul 17.00 WIB. Mereka dapat melakukan beragam percobaab bersama pembimbing laboratorium. Sedangkan untuk ekstrakurikuler dan Program Pengembangan Wawsan Khusus (PWK), sekolah juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

Upaya memwasilitasi pengembangan potensi siswa ini bukan tanpa hasil. Pada tahun 2015 sebanyak dua karya siswa SMA Negeri 7 Yogyakarta lolos menjadi finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Pada tahun 2015 pula, tiga orang siswa sekolah meraih prestasi sebagai Duta Budaya untuk mewakili DIY ke Korea Selatan. Pada tahun 2016 prestasi sekolah dalam OPSI meningkat, sebanyak 13 karya siswa lolos ke ajang itu.
Prestasi lain yang sudah dihasilkan sekolah yakni sebagai peserta Studi Utama Programme For Internasional Student Assessment 2015, yang dilaksanakan Kemendikbud.

Tak Heran sekolah yang bervisi misi sekolah berwawasan iptek, berkarakter Indonesia, berakhlak mulia, siap bersaing di kancah global ini sering dikunjungi untuk study banding. Bukan hanya dari sekolah sekolah di dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri.
Salah satu siswa, Jalid Purwaka Aji mengaku senang dapat bersekolah di SMA Negeri 7 Yogyakarta. Menurutnya sekolahnya itu benar-benar memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak dan memaksimalkan kemampuan peserta didik (sumber Harian Jogja Sabtu Paing 27 Februari 2016)