Home » Berita » MGP Kabupaten Semarang ke SMA Negeri 7 Yogyakarta

MGP Kabupaten Semarang ke SMA Negeri 7 Yogyakarta

Published on November 5, 2008 — Ditulis oleh Drs. Bandono, MM | Kategori: Berita

Selasa Legi, 4 November 2008 MGP Kabupaten Semarang 42 orang yang terdiri dari SMA Negeri 1 Ambarawa, SMA Negeri 1 Ungaran, SMA Negeri 1 Suruh, SMA Tunas Putra SMA Negeri Susukan, SMA Negeri Getasan, SMA Islam Sudirman, SMA Bhakti Muda, SMA Negeri Tuntang, SMA Kartika, SMA Negeri Bringin, SMA Tengaran, SMA Negeri 2 Ungaran, SMA Negeri Tengaran, SMA Bergas, SMA Sedes Sep Jambu, SMA Pabelan, SMA Suruh, SMA Bina Insani, SMA Negeri 1 Bengas, SMA Muh. Sumowono yang didampingi Koordinator MGP Kabupaten Semarang Ibu Dra. Halimah Ilyas dan Ketua panitia Drs. Nurrochmat, N,Pd, Silaturahmi ke SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam rangka diskusi tentang pelaksanaan SKM dan Pengembangan diri khususnya mengenai bimbingan dan konseling.

1.jpg
Rombongan MGP Kabupaten Semarang diterima oleh Waka kurikulum mewakili Kepala Sekolah karena beliau ada acara di Jakarta didampingi, humas Widya Astuti, S.Pd. dan koordinator bimbingan konseling Dra. Sumiyati dan guru pembimbing Bandono diruang sidang. Waka Kurikulum berharap agar teman-teman guru pembimbing bisa tukar pengalaman dalam berbagai hal tentang suka dan duka yang berhubungan dengan pelayanan siswa termasuk dalam mengidentiifkasi berbagai persoalan sehingga kesan guru pembimbing sebagai polisi sekolahan dengan sendirinya akan sirna.
2.jpg
Dalam kesempatan yang sama guru pembimbing SMA Negeri 7 Yogyakarta Bandono menyampaiakan berbagai hal yang berhubungan dengan bimbingan konseling di SMA Negeri 7 Yogyakarta dalam memberikan pelayanan bantuan untuk peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir, melalui berbagai jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku.
5.jpg
Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistematik dalam memfasilitasi individu mencapai perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku efektif, pengembangan lingkungan perkembangan, dan peningkatan keberfungsian individu dalam lingkungannya. Semua perilaku tersebut merupanan proses perkembangan yakni proses interaksi antara individu dengan lingkungan. Pengampu bimbingan dan konseling adalah guru bimbingan dan konseling atau konselor yang merupakan salah satu kualifikasi pendidik.

Dalam permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dirumuskan SKL yang harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran bidang studi, maka kompetensi peserta didik yang harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling adalah kompetensi kemandirian untuk mewujudkan diri (self actualization) dan pengembangan kapasitasnya (capacity development) yag dapat mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Sebaliknya, kesuksesan peserta didik dalam mencapai SKL akan secara signifikan menunjang terwujudnya pengembangan kemandirian. Diakhir pertemuan dilanjutkan penyerahan cindera mata dari kedua belah pihak.
3.jpg
4.jpg