Home » Berita » MOPD Kelas X

MOPD Kelas X

Published on July 17, 2014 — Ditulis oleh Drs. Bandono, MM | Kategori: Berita

Senin 14 Juli 2014 merupakan hari pertama pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru (MOPD)bagi peserta didik kelas X dengan diawali upacara pembukaan oleh Bapak Drs. Budi basuki, M.A. Kepala SMA Negeri 7 Yogyakarta dilaksanakan di Plaza Seveners. Beliau berharap kepada semua peserta didik baru bahwa ritual MOPD adalah merupakan kegiatan yang sifatnya akademis agar kalian paham betul tentang kondisi SMA Negeri 7 Yogyakarta yang nantinya akan cepat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kondusif ini.

Materi hari pertama peserta didik baru mendapatkan informasi tentang kurikulum 2013 oleh Bapak Amudiono, S.Pd. Wakil Kepala Sekolah Urusan kurikulum beliau berharap kepada semua peserta didik baru kelas X harus bisa mengerti dan memahami tentang Kurikulum 2013 Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan isi pelajaran, bahan kajian, dan cara penyampaian serta penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.

Bila kurikulum dikaitkan denga hal-hal yang praktis-aplikatif maka akan lebih cenderung berkenaan dengan usaha-usaha yang dilakukan oleh perencana kurikulum dalam menyusun bidang matapelajaran sesuai tingkat pendidikan. Oleh karena setiap jenjang pendidikan selalu memiliki perbedaan di dalam banyak hal maka dalam penyusunan kurikulum harus berlandaskan pada landasan yang jelas. Binti Ma’unah menyebutkan 5 landasan dalam hal ini, yaitu: landasan filosofis, landasan sosial budaya, landasan psikologis, hakikat pengetahuan, landasan asas organisatoris maka anak-anak haru sejak dini memahami karakteristik kurikulum 2013 dan segera dapat mengadaptasikan dalam proses pembelajaran

Di hari kedua pelaksanakan MOPD panitia berusaha menghadirkan dari Kepolisian Kecamatan Mantrijeron Kota Yogyakarta Bagian Lantas memberikan berbagai hal tentang UU lalu lintas no 22 tahun 2009 tentang tata cara berlalu lintas, tetapi tetap saja UU lalu lintas tersebut justru dilanggar. Seperti tidak menyalakan lampu isyarat belok kanan atau kiri saat belok ke kanan atau ke kiri, lupa mematikan lampu isyarat setelah belok yang membuat orang jadi salah menduga akan belok sehingga bisa terjadi tabrakan.

Selain itu ada juga yang tidak menyalakan lampu ketika malam hari, ini sangat membahayakan sekali. Karena pengendara lain tidak akan tahu kalau di depannya ada motor yang sedang melaju sehingga bisa terjadi tabrakan. Hal – hal semacam itu sangat merugikan pengendara lain. Justru para anak mudalah atau remaja yang terkesan tidak mengetahui aturan dan etika lalu lintas. Para anak muda sering juga melakukan zig – zag berkendara di jalan raya yang membuat pengendara lain jadi ketakutan.

Melihat fenomena tersebut perlu adanya pendidikan etika berlalu lintas terutama bagi kaum muda atau remaja agar mereka mengerti aturan dan etika berlalu lintas dan supaya angka kecelakaan di jalan raya tidak semakin meningkat.

pada hari ketiga Rabu tanggal 16 Juli 2013 merupakan materi yang terakhir dari Bapak Drs. Bandono, MM/ (Guru Pembimbing/ Konselor) SMA Negeri 7 Yogyakarta ikut andil memperkenalkan lingkungan sekolah yang dikemas dalam Wawasan diartikan sebgai suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan/pengajaran. Sekolah merupakan Wiyatamandala bearti bahwa sekolah adalah lingkungan pendidikan.

Seperti telah diuraikan diatas bahwa Wawasan Wiyata Mandala diartikan sebagai suatu pandangan atau tinjauan mengenai lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan secara ideal harus mempunyai kelengkapan yang memadai. Suasana kondusif dan dinamis dukungan partisipasi keluarga, masyarakat dan pemerintah yang lebih positif juga sangat diperlukan. Disamping itu semua komponen harus memiliki rasa memiliki dan rasa tanggungjawab terhadap terpeliharanya dan terbinanya lebaga pendidikan sehingga terjamin kelancaran proses belajar mengajar yang mendukung masukan yang diharapkan.

Di setiap akhir kegiatan peserta didik baru selalu diajak untuk bersuka ria dalam rangka refleksi otak kanan dan otak kiri agar bisa berjalan seimbang dengan diakan nyanyi bersama dengan memperdalam lagu dan kebanggaan warga seveners dan marsnya. Sukses untuk semua pantia baik Bapak/Ibu guru Pengurus OSIS dan PK Bravo dari markas Sekti CIptaning Kusuma Jati dan Jayalah pikiran muda harapan Bangsa.