Home » Berita » Paseduluran Tanpa Tepi

Paseduluran Tanpa Tepi

Published on March 27, 2009 — Ditulis oleh Drs. Bandono, MM | Kategori: Berita

Paseduluruan Tanpa Tepi

Tepat  hari Kamis Pon tanggal 26 Maret 2009 di Monumen Jogja kembali telah berlangsung Tasyakuran  pernikahan Sabrang Mowo Damar Panuluh dan Fauzia Fajar Putri mengangkat sebuah tulisan “Paseduluran Tanpa Tepi “Dari Markas Seveners mengucapkan selamat menempuh hidup baru semoga sukses segalanya

Secara tinggi
Dalamnya lautan jauh lebih rendah daripada tingginya langit

Secara cahaya
Puncak malam lebih tak mempunyai nya daripada terik siang

Secara luas
Sumurku tak ada apa apanya dibandingkan membentangnya samudra

Sejak kapan itu menjadi Ukuran?
Yang tampak mata tak selalu bisa diraih, yang tersembunyi dibelakang kepala malah mudah untuk dipilih

Yang bersuara keras kadang menggetarkan jiwa tapi justru yang lirih yang mampu menusuk sukma

Mulut bersuara mampu mengatakan rbuan kata, tapi justru diam yang mengandung sejuta makna

Sejak kapan itu terjadi perbandingan?
Aku tak lebih tak kurang dari kamu
Kamu tak lebih tak kurang dari dia
Dan dia tak lebih tak kurang dari kita

Sejak kapan lebih dan kurang menjadi perbincangan?
Ke-tanpa-an menumbuhkan ke-Ada-an
Seperti kelebihan yang menumbuhkan kekurangan
Tepi menumbuhkan batasan
Seperti waktu yang melahirkan ruangan

Dan—-
Aku adala aku
Kamu adalah kamu
Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku
Maka hanyalah ada kita

Ketika ke-tanpa-an ada untuk disyukuri
Ketika batasan tak berarti tepi
Ketika lahir sebuah kebersamaan

Maka….
Peseduluran ini adalah tanpa tepi