Home » Profil Sekolah » Profil Kepala Sekolah
Profil Kepala Sekolah
Dra. Reni Herawati, M.Pd.B.I. adalah seorang guru Bahasa Inggris SMA N 7 Yogyakarta. Beliau menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah SMA N 7 Yogyakarta per 21 Juli 2011.
Bu Reni, seperti banyak siswa memanggilnya, lahir pada 1 Mei 1964 di Kulon Progo. Selepas SMA pada tahun 1982 beliau menuntut ilmu di IKIP Yogyakarta Jurusan Bahasa Inggris. Pada saat yang sama beliau juga menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada karena terdorong cita-citanya menjadi seorang Notaris. Namun beliau tidak sempat menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum karena harus mendampingi suami bertugas di Dili, Timor Timur. Tahun 1989 beliau memulai karir sebagai Dosen Bahasa Inggris di Universitas Timor Timur di Dili. Selain itu beliau mengajar di SMA N 2 Dili. Pada tahun 1993 beliau meninggalkan Dili, Timor Timur dan pindah tugas ke SMA N 5 Yogyakarta berhubung suami dinas belajar di Perancis.
Segera setelah beliau bertugas di SMA N 7 Yogyakarta, bersama dengan beberapa guru-guru Bahasa Inggris lain, Bu Reni merintis terbentuknya English Debating Club di SMAN 7 Yogyakarta. Beliau yakin bahwa dengan kesabaran dan komitmennya yang tinggi serta memotivasi para anggota klub debat ini untuk giat dan komit berlatih debat maka klub ini akan berjalan dengan baik. Beliau selalu menekankan bahwa bahasa inggris akan membantu siswa di masa depan dalam profesi apapun, dan keikutsertaan dalam klub debat bahasa Inggris sangat membantu siswa berlatih bahasa Inggris, berlatih menjadi creative thinker, serta berlatih memberikan pendapat secara bertanggung jawab di muka publik. Semoga klub debat ini tetap exist hingga kini dan menghasilkan banyak debater yang handal dan menelorkan banyak kejuaraan.
Bu Reni sangat concern dengan tugasnya memajukan mutu akademik dan non akademik SMA N 7 Yogyakarta. Beliau mengaku bahwa beliau tidak bisa berbuat apapun tanpa dukungan semua guru, karyawan serta siswa untuk bersama melaksanakan program-program akademik.
Sebagai guru Bu Reni sangat menyukai pekerjaannya. Beliau merasa bahagia ketika bersama-sama belajar dengan banyak siswa dan juga merasa sangat menikmati pekerjaannya sebagai guru sekaligus sebagai teman belajar bagi siswa. Hal yang membuat Bu Reni sedih adalah ketika beliau tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik. Beliau merasa masih banyak sekali kekurangan yang beliau lakukan dan tugasnya sebagai guru maupun Kepala Sekolah, namun beliau merespon kekurangan ini sebagai pemacu untuk menuju perbaikan.
Disela-sela kesibukannya beliau aktif mengikuti berbagai kegiatan. Beliau adalah pengurus Jogjakarta English Teaching Forum (JETA). Beberapa prestasipun telah diraih: Juara 1 Lomba Guru Berprestasi Tingkat Kota, Juara 1 Lomba Guru Berprestasi Tingkat Provinsi, Juara 2 Education Award kota Yogyakarta. Beliau juga terpilih sebagai Duta Guru AFS-JENESYS yang mendapat kesempatan mengunjungi Jepang pada bulan Desember 2009. Banyak penglaman beliau dapat dari home-stay dan mengajar di sebuah sekolah di Matsue.
Untuk meraih prestasi-prestasi tersebut di atas bukan merupakan hal yang mudah. Lomba Guru Berprestasi merupakan lomba yang paling bergengsi di kalangan guru. Kriteria guru berprestasi atau guru teladan adalah guru yang memiliki 4 kompetensi yaitu Kompetensi Kepribadian, Profesional, Pedagogik dan Sosial. Mengikuti lomba ini tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, namun sejak beberapa tahun beliau telah mempersiapkannya dengan melakukan berbagai kegiatan professional.
Beliau mencoba menerapkan berbagai metode pembelajaran dan menelitinya dalam suatu Class Action Research. Dalam mengajar beliau selalu menerapkan prinsip student centered learning, maka teknik-teknik yang beliau gunakan adalah teknik yang bisa menciptakan suatu proses pembelajaran yang menarik, menantang, kreatif. Beliau memanfaatkan game, mind mapping, dan internet dalam proses pembelajarannya.
Beliau tertarik mengikuti berbagai lomba karena didorong keinginan mengembangkan profesionalisme. Dengan mengikuti berbagai lomba membukakan pikiran beliau bahwa seorang guru harus selalu mengerti perkembangan pendidikan dan mau melakukan inovasi pendidikan. Keberhasilan beliau antara lain juga karena dukungan oleh berbagai pihak yaitu Kepala Sekolah, Komite, teman sejawat dan siswa-siwa.
Tugas Bu Reni sebagai Guru dan Kepala Sekolah sangat menyita waktunya, namun beliau selalu menyempatkan melakukan hobinya yaitu membaca dan berolahraga. Beliau juga selalu meluangkan waktunya untuk keluarganya.
Lulusan Pasca Sarjana Universitas Ahmad Dahlan yang kini tengah melanjutkan studi di S3 Universitas Negeri Yogyakarta pada Program Ilmu Pendidikan ini menikah dengan Bapak Ir. Heri Lantjono, CES pada tahun 1986 dan dikaruniai 2 anak. Anak pertama adalah Firstya Vira Devina, 22 tahun, lulusan Anderson Secondary School dan Victoria Junior College Singapore dan kini menempuh studi di Asia-Pacific University di Jepang. Anak kedua adalah Earlyan Abdiel Bernatapi yang masih duduk di bangku SMP.
Beliau berpesan kepada semua siswa SMA N 7 Yogyakarta untuk meningkatkan daya juang karena hidup adalah perjuangan. Jangan pernah ada kata putus asa. Jadilah generasi muda yang cerdas, tanggap dan bertanggung jawab. Untuk mencapai kesuksesan kita harus memanage mind and heart. Jika kita hanya mengedepankan mind saja, kita tidak akan jadi orang bijak. Jika kita mengedepankan heart, kita akan emosional dan mudah putus asa. Maka gunakan mind and heart secara seimbang. Tentu dalam memanage mind and heart harus kita landasi dengan iman yang teguh.
