Home » Profil Sekolah » Profil Kepala Sekolah

Profil Kepala Sekolah

Drs. Budi Basuki, MA.Drs. Budi Basuki, MA., beliau menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Yogyakarta per 11 Oktober 2013.

Pak Budi, seperti banyak siswa memanggilnya, lahir pada 14 November 1962 di Sleman, Yogyakarta. Selepas MAN I Yogyakarta ( Eks. PHIN ) pada tahun 1984 beliau menuntut ilmu di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jurusan Tarbiyah, kemudian S2 di UMY Program Pascasarjana Magister Studi Islam, Konsentrasi Psikologi Pendidikan pada tahun 2001.

Di Kota Yogyakarta bersama guru-guru Pendidikan Agama Islam, Pak Budi merintis terbentuknya Asosiasi Profesi AGPAII (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia). Beliau dipercaya sebagai ketua umum periode 2009 s.d. 2014 dan juga sebagai Dewan Pengurus Pusat (DPP AGPAII) periode 2012 s.d. 2017. Salah satu gagasan dari guru-guru Agama Islam adalah “Pengembangan Pendidikan Agama Berbasis Afeksi”, setelah diimplementasikan melalui Proyek Piloting di SMA N 5, SMP N 9 dan SD N Giwangan Yogyakarta berhasil, kemudian Wali Kota Yogyakarta melalui Surat Keputusannya mengintruksikan agar seluruh SD, SMP, SMA dan SMK Kota Yogyakarta untuk melaksanakan Pendidikan Agama Berbasis Afeksi.

Pak Budi sangat concern dengan tugasnya memajukan mutu akademik dan non akademik SMA Negeri 7 Yogyakarta. Beliau diangkat kepala sekolah melalui seleksi dan Diklat dari LPPKS (Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah) Kementrian Dikbud bekerja sama dengan Pemerintah Kota dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dari tanggal 5 November 2012 s.d. 25 Februari 2013 dan mendapat Sertifikat Kepala Sekolah NUKS. 13023I. 0010460141002802. Beliau mengaku tidak bisa berbuat apapun tanpa dukungan semua guru, karyawan, orang tua siswa serta siswa untuk bersama melaksanakan program-program secara optimal. Dengan dukungan semua pihak, akan mudah menggerakkan, memberdayakan dan mengembangkan sumber daya pendidikan yang ada di SMA N 7 untuk mencapai tujuannya secara optimal. Menurut beliau secara sederhana yang dibutuhkan siswa di sekolah agar bakat, minat, kreatifitas dan kemampuannya tumbuh dan berkembang ada tiga hal, yakni:

  1. Suasana belajar yang aman dan nyaman
  2. Sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa
  3. Komunitas teman sebaya

Suasana belajar yang aman dan nyaman merupakan bagian dari strategi proses pembelajaran sekaligus merupakan proses strategi internalisasi nilai-nilai, pengetahuan dan ketrampilan sangat terkait dengan model pembelajaran. Proses pendidikan menggunakan model pembelajaran “5P” sebagai berikut:

  1. Pembelajaran
  2. Peneladanan
  3. Pembiasaan
  4. Pembudayaan
  5. Perubahan

model pembelajaran “5P” proses belajar berjalan dua arah dengan guru sebagai fasilitator belajar, yang paling dominan aktifitas siswa antara 70-80 % dan aktifitas guru maksimal 20-30 %. Anak diharapkan belajar secara aktif dan mencari sumber belajar yang luas tidak hanya dari guru. Dalam model seperti ini, materi pelajaran akan terserap dan nilai-nilai akan terinternalisasi. Sehingga bakat, minat, kreatifitas dan kemampuan siswa akan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa, upaya Sekolah dan guru memprioritaskan kepentingan siswa, dengan program “3 P” yakni: Pelayanan, Penampilan dan Prestasi. Sehingga sekolah berfungsi sebagai rumah kedua tempat berlindung yang aman, nyaman dan menjajikan bagi siswa, guru yang dihormati dan mengasihi siswa, sebagai tempat curhat harapan masa depannya.

Komunitas Teman Sebaya, Sekolah adalah miniatur kehidupan dalam masyarakat. Siswa disiapkan di sekolah untuk mamasuki kehidupan bermasyarakat. Lingkungan belajar yang heterogen dari sisi sosio-ekonomi, agama dan etnisitas akan menjadi lahan persemian yang sehat bagi tumbuhnya kesadaran untuk hidup bermasyarakat dalam damai dengan warga lain yang berbeda. Kesadaran multicultural diharapkan akan tumbuh secara alamiah. Siswa membutuhkan bergaul dan berinteraksi dengan teman sebaya yang lebih multicultural untuk memacu siswa belajar dari perbedaan dan keberagaman.

Sebagai guru, Pak Budi sangat menikmati pekerjaannya. Beliau merasa bahagia ketika bersama-sama guru selalu berusaha meningkatkan kompetensinya, baik kompetensi Kepribadian, Sosial, Pedagogik dan Profesionalnya. Begitu juga ketika belajar bersama siswa merasa sangat menikmati pekerjaannya sebagai guru sekaligus sebagai teman belajar bagi siswa baik akademik maupun non akademik yang memang gemar mendampingi kegiatan siswa dilapangan/study outdoor.

Aktifitas lain yang pernah diikuti sebagai berikut:

  1. Pelatihan dan Pengembangan Jurnalistik, 16 Juni s.d. 14 Juli 1992; (1992); Abhiseka College
  2. Penataran Peningkatan Wawasan Kependidikan; (1995); Depdikbud. DIY
  3. Penataran Peningkatan Wawasan Kependidikan; (1996); Depdikbud. DIY
  4. Penataran Pembina OSIS; (1998); Depdikbud. Kota Yogyakarta
  5. Pelatihan Penanggulangan Bahaya Narkoba; (2000); Dir. Pembinaan Kesiswaan, Diknas
  6. Pelatihan Penyusunan Alat Evaluasi Aspek Psikomotorik dan Aspek Afektif; (2003); Kanwil. Depag.DIY
  7. Workshop Orientasi Guru PAI; (2005); Kanwil. Depag.DIY
  8. Diklat Managemant Calon Kepala Sekolah; (2005); Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta
  9. Lokakarya Implementasi UU No. 14 Th. 2003; (2006); Staf Ahli Mendiknas Bidang Hukum dan Sosial, Depdiknas
  10. Workshop Asistensi Pengelola SMA Katagori Mandiri; (2007); Dit. Pembinaan SMA, Depdiknas
  11. Workshop Asistensi dan Sinkronisasi Program RSKM; (2008); Dit. Pembinaan SMA, Depdiknas
  12. Lokakarya Pembahasan Draf Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Multi Kultural; (2008); Dit. Pais, Depag. RI
  13. Narasumber Pengembangan Penilaian Afektif; (2008); Depag Kota Yogyakarta
  14. Lokakarya: Revitalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan dalam Sistem Pendidikan Nasional dalam Menghadapi Kompetisi Global; (2008); UGM
  15. Simposium Nasional: Rektualisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Nasional Dalam Rangka Peningkatan dan Pendayagunaan Daya Saing Menuju Kompetisi Global; (2008); UGM
  16. Workshop Tim Jejaring Penjaminan Mutu Sekolah; (2009); LPMP Yogyakarta
  17. Narasumber Peningkatan Kompetensi Guru PAI; (2009); Dikpora DIY
  18. Narasumber Pendidikan Multikultural; (2009); Dit. Pais, Depag.RI
  19. Pembekalan Pelaksanaan Sertifikasi dan Kualifikasi Guru PAI ; (2009); Dit. Pais, Depag.RI
  20. Workshop Asistensi dan Sinkronisasi Program RSKM; (2009); Dit. Pembinaan SMA, Depdiknas
  21. Workshop Pendidikan Kritis Berperspektif Keadilan dan Kesetaraan; (2009); Dit. Pais, Depag.RI
  22. Workshop Integrasi Nilai-nilai Multukultural dalam Mata Pelajaran PAI; (2009); Dit. Pais, Depag.RI
  23. Qallaquium Pendidikan Agama Islam pada Sekolah; (2010); Dit. Pais, Depag.RI
  24. Workshop Pembinaan dan Pengembangan Karakter Bangsa; (2010); Dit. Pais, Depag.RI
  25. Pengembangan MGMP PAI; (2010); Dit. Pais, Depag.RI
  26. Traning on ICT-based Learning Development For Islamic Education Teacher; (2010); Seameo Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC)
  27. Tim Juri Tingkat Nasional, Lomba Debat Pendidikan Agama Islam; (2011); Dit. Pais. AGPAII, ACT TIFA dan RAHIMA
  28. Workshop Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa; (2012); Dit. Pais, Depag.RI
  29. Workshop Pengelola SMA Berbasis Keunggulan Lokal dan Pembelajaran Berbasis TIK; (2012); Dit. Pembinaan SMA, Depdiknas
  30. Pelatihan Penilaian Kinerja Guru (PKG/PKB); (2013); LPMP
  31. Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah; (2013); LPPKS, Kemendikbud
  32. Sertifikat Kepala Sekolah; (2013); Kemendikbud
  33. Workshop Pemeriksaan Atasan Langsung; (2013); Inspektorat Kota Yogyakarta