Home » Berita » Program Pengembangan Diri Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

Program Pengembangan Diri Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler

Published on October 5, 2010 — Ditulis oleh Drs. Bandono, MM | Kategori: Berita

Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari isi kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan layanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah yang disediakan oleh satuan pendidikan untuk menyalurkan minat, bakat, hobi, kepribadian, dan kreativitas peserta didik yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi talenta peserta didik.

Penyelenggaraan kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan memang banyak kendala, di antaranya:

1. Seluruh sekolah telah melaksanakan program pengembangan diri, namun belum semuanya menyusun
program/panduan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Standar Pengelolaan;
2. Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pengembangan diri di sejumlah sekolah belum diberdayakan secara ]
optimal;
3 Pelaksanaan layanan konseling di sekolah pada umumnya masih terbatas pada hal-hal yang berkaitan
dengan masalah individual di bidang sosial, belum megarah pada layanan akademik yang terstruktur;
4. Belum semua sekolah mampu mengembangkan penilaian program pengembangan diri, sehingga penilaian
sering hanya dilakukan berdasarkan intuisi saja;
5. Masih terdapat guru BK yang menganggap bahwa pengembangan diri adalah mata pelajaran, sehingga
harus ada Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), silabus, dan wajib masuk kelas.

Berkaitan dengan permasalahan/kendala dan masukan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA melengkapi panduan pengembangan diri yang telah ada dengan “Petunjuk Teknis Penyusunan Program Pengembangan Diri Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA”. “Silahkan diunduh“.

Sumber: Bintek KTSP-2010